mata minus, mata minus bisa   sembuh, mata minus melahirkan normal, mata minus pada anak, mata minus   melahirkan, mata minus tidak bisa melahirkan, mata minus sembuh, mata   minus slinder, mata minus 1 4, obat mata minus

Cara Menjaga Mata Agar Tetap Sehat

Mata Anda adalah jendela dari jiwa Anda. Tak hanya itu, mata juga merupakan jalan menuju dunia di sekitar Anda. Kemampuannya jauh lebih tinggi dari kamera dengan teknologi secanggih apapun. Namun, banyak dari kita yang tidak begitu memperhatikan perawatannya.

Seiring dengan kegiatan dan bertambahnya umur, tentu saja mata membutuhkan perawatan agar terjaga kesehatannya.
http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTsWDQeVkvRlysR9tPsPj51OSCtdflSiH1yvLHpFwve0DOigng&t=1&usg=__KO56l2MSCcHqEkWjO-sQH4Xi3-g=
1. Periksa mata secara rutin. Penyakit seperti glukoma, katarak, dan bahkan diabetes bisa diketahui sejak dini, serta dapat diatasi segera.

2. Tidak terlalu lama bekerja di depan layar komputer. Sering-sering mengistirahatkan mata selama menggunakan komputer dapat mengurangi ketegangan mata.

3. Menggunakan kacamata yang tepat. Kacamata hitam untuk kegiatan luar ruangan, kacamata renang untuk kegiatan berenang, hingga kacamata untuk bersepeda.

4. Makan makanan yang tepat. Makanan mengandung vitamin A dan beta carotene, seperti wortel, tomat, dan sayuran hijau baik untuk mata Anda. Termasuk ikan, jeruk dan makanan lain yang mengandung omega-3

Sumber :safril.wordpress.com
»»  READMORE...

Menjaga Mata Agar Terhindar Dari Penyakit Mata

Untuk membuat mata anda tetap sehat dan dapat melihat sesuatu dengan jelas dan jernih baik untuk jarak jauh maupun dekat sebaiknya melakukan hal-hal berikut ini :

1. Menonton Televisi Jangan Terlalu Dekat
Jarak yang aman untuk menonton televisi kalau tidak salah 2 meter untuk tv ukuran 14 inchi. Untuk layar yang lebih lebar otomatis jaraknya lebih jauh. Nonton layar bioskop pun sebaiknya mengambil kursi yang paling belakang.


2. Bekerja / Bermain Komputer Jangan Terlalu Lama
Biasakan memberi waktu dalam beraktivitas di depan layar komputer. Misalnya setiap 15 atau 30 menit sekali beristirahat melihat yang jauh-jauh selama lima sampai sepuluh menit agar mata tidak selalu dalam keadaan tegang karena melihat layar dengan jarak yang sangat dekat.

3. Bermain Video Game Jangan Terlalu Dekat
Anak-anak jaman sekarang banyak yang cuek terhadap kesehatan mata. Ini dapat kita lihat dengan banyak yang main ps / playstation atau vido game sejenis lainnya dekat dengan layar tv. Sebaiknya biasakan marahi anak yang bermain game terlalu dekat. Jaraknya mirip dengan poin nomor 1 di atas.

4. Membaca Buku
Jarak yang aman membaca buku adalah 30 cm. Bila terlalu dekat dapat membuat mata tegang dan mengakibatkan rabun jauh dalam jangka panjang. Membaca buku juga tidak boleh sambil tiduran. Penerangan pun juga harus cukup misalnya dengan lampu neon yang terang. Dengan demikian kesehatan mata akan tetap terjaga.

5. Hindari Debu Dan Polusi
Bagi anda yang sering beraktivitas di jalan raya seperti tukang ojek, polisi, polisi cepek, preman, supir angkot, kurir, dan lain sebagainya sebaiknya menggunakan pelindung mata seperti kacamata dan helm yang berkaca. Hindari debu yang masuk ke mata karena bisa membuat mata jadi infeksi dan membuat mata menjadi katarak.

6. Makan Makanan Bergizi, Berserat dan Bervitamin A
Mata butuh asupan zat-zat yang bergizi serta vitamin yang cukup agar dapat menjaga kondisi tetap fit. Biasakan memakan makanan yang berserat dan memiliki kandungan gizi yang cukup. Anda juga dapat mengkonsumsi suplemen atau mekanan yang mengandung vitamin A eperti wortel, alpukat, tomat, pepaya, dan lain sebagainya.

Jagalah kesehatan mata anda agar anda tidak tersiksa karena harus memakai kacamata terus-menerus. Dengan mata yang sehat anda punya banyak peluang untuk tembus tes-tes kesehatan yang mengharuskan mata anda sehat walafiat. Hubungi dokter setiap anda punya masalah dengan mata. Selamat mencoba.
»»  READMORE...

Mencegah dan Mengatasi Rabun Jauh (Myopia)

Myopia berasal dari bahasa Yunani yang artinya “Pandangan Dekat” (“nearsightedness”). Ini karena kerusakan mata yang menghasilkan fokus pandangan di depan retina.

Penderita Myopia bisa melihat benda dari jarak dekat dengan jelas. Namun pada jarak jauh benda tampak kabur sehingga membuat kepala menjadi pusing. Jika anak anda merasa pusing ketika melihat tulisan di papan tulis di ruangan kelasnya dan pandangannya kabur, kemungkinan dia menderita Myopia.

MyopiaPara profesional perawatan mata, umumnya mengatasi masalah Myopia dengan penggunaan lensa (corrective lenses) seperti kacamata atau lensa kontak (contact lenses). Bisa juga diatasi dengan operasi refraktif seperti LASIK. Lensa koreksi memiliki ukuran kekuatan (power) negatif atau bisa disebut lensa minus untuk mengatasi mata myopia.

Myopia terbagi dalam 3 tingkatan:

1. Myopia Rendah dengan dioptre mendekati 0 – -3.00
2. Myopia Sedang dengan dioptre -3.00 – -6.00
3. Myopia Tinggi dengan Dioptre -6 hingga ke bawah (-10).

Diperkirakan penderita Myopia antara 800 juta hingga 2,3 milyar (ini karena jarang ada yang merasa menderita Myopia). Di negara-negara seperti Cina, India, dan Malaysia, 41% dari orang dewasa menderita Myopia hingga -1.00.

Terlampau sering membaca, apalagi dengan jarak yang terlalu dekat hingga cahaya yang terlalu gelap dapat menyebabkan anak menderita myopia. Begitu pula berbagai pekerjaan yang mengharuskan melihat benda dari jarak dekat seperti menjahit. Sebaliknya bermain atau olah raga di luar selama 2-3 jam dengan paparan sinar matahari (idealnya pagi) bisa mengurangi kemungkinan penyakit Myopia.

Para peneliti Australia menyimpulkan bahwa paparan pada sinar matahari bermanfaat untuk membatasi pertumbuhan bola mata yang bisa menyebabkan Myopia atau Rabun Jauh. Mereka membandingkan anak-anak dari negara maju seperti Australia dan Singapura. Anak-anak Singapura yang rata-rata hanya menghabiskan waktu 30 menit di luar rumah ternyata 90% mengidap Myopia sehingga harus memakai kacamata baik secara permanen atau pun temporer. Sementara anak-anak Australia yang menghabiskan waktu 2-3 jam untuk bermain di luar rumah hanya 20% yang menderita Myopia. Paparan sinar matahari di luar rumah bisa menambah dopamine pada mata yang dapat mencegah Myopia.

Jadi pencegahan penyakit Myopia dapat dilakukan sebagai berikut:

1. Membaca jangan terlalu dekat (minimal sepanjang siku anda)
2. Membacalah di ruangan yang cukup terang
3. Jangan membaca sambil tiduran
4. Hindari menonton TV/main play station terlalu dekat secara terus menerus
5. Hindari memakai komputer dengan monitor terlampau dekat. Sekali-sekali pandanglah ke tempat yang jauh.
6. Bermainlah di luar rumah selama 2-3 jam setiap hari dan lihat obyek yang jauh
7. Berolahragalah agar otot-otot anda termasuk mata jadi kuat
8. Makanlah makanan yang bermanfaat bagi mata anda seperti vitamin A, Beta Karotin, dan sebagainya.

Sumber : http://www.lilykasoem.com/2010/01/28/cara-mencegah-dan-mengatasi-rabun-jauh-myopia/
»»  READMORE...

Kiat Menjaga dan Merawat Mata

Tanpa kita sadari, kadang kita "merusak" mata sendiri. Tindakan-tindakan apa sih yang bisa membuat mata kita jadi tidak normal?

Mata merupakan organ penting di tubuh kita. Sekitar 95 persen informasi yang diterima
otak, masuk melalui panca indera penglihatan tersebut. Dikatakan dr Zulhafdy M Sp.M, mata juga sebagai jendela tubuh kita. "Beragam penyakit yang menyerang tubuh bisa terdeteksi melalui mata. Ini karena pada mata terdapat banyak sekali pembuluh darah, jaringan saraf berukuran halus," ujar dokter mata di RS Husada Jakarta ini.

KLIK - Detail Untuk menguji apakah seseorang mengidap hepatitis, biasanya dokter juga akan memeriksa bola matanya yang tampak kekuningan warnanya. Adanya kencing manis, pada gradasi tertentu ditandai oleh adanya bercak perdarahan pada bola mata. Demikian pula kalau menderita hipertensi, maka persilangan antara pembuluh darah vena dan arteri di bola mata terlihat lebih kaku.

Karena begitu pentingnya kondisi mata tetap sehat, kata Zulhafdy, setiap orang tua harus benar-benar memperhatikan kondisi kesehatan anak termasuk kondisi mata. Apakah normal atau tidak "Ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua sebelum memutuskan, untuk membawa anaknya ke dokter mata," tutur Zulhafdy.

Bayi usia 8 - 12 bulan, dikatakan Zulhafdy sudah terbentuk kordinasi antara tangan dan mata. "Setelah melihat sesuatu yang dekat, maka tangannya akan berusaha meraih. Sebaliknya kalau bayi terlihat cuek aja, berarti ada sesuatu dengan matanya. Hal ini perlu dikonsultasikan dengan dokter.

Guru play group atau TK, kata Zulhafdy, mestinya concern dengan ketajaman penglihatan murid-muridnya. "Tidak jarang, lho, murid yang tadinya selalu mendapat nilai bagus, tiba-tiba merosot setelah duduknya dipindah ke kursi di barisan belakang. Jangan-jangan si anak tidak bisa melihat jauh. Ini perlu segera diketahui dan diatasi sebelum kondisi mata semakin parah."

Begitu pula bila anak sering mengeluh nyeri kepala dan menghindari pekerjaan yang dekat, seperti membaca atau menulis. "Jangan langsung dicibir. Siapa tahu karena bocah itu tidak bisa melihat dekat, atau karena mengidap buta warna. Oleh sebab itu, segera periksakan ke dokter," urai Zulhafdy.

LAKUKAN RECOVERY
Menyoal hobi anak berlama-lama menonton acara televisi, main play station, atau main game di komputer, diakui Zulhafdy, dapat berakibat buruk bagi penglihatannya. "Bukan apa-apa, sinar ultra violet yang terpapar dari layar monitor televisi bisa membahayakan mata," katanya.

"Meski kadar sinar ultra violet dari layar televisi terbilang ringan, namun bila berlangsung terus-menerus dalam jangka waktu lama, pada akhirnya dapat merusak retina mata. Risikonya, bisa mengurangi ketajaman penglihatan, lho," ujar Zulhafdy. Sinar ultra violet, bila mengenai kulit saja bisa dirusak apalagi mengenai mata. "Contoh ekstrim, cobalah melihat sinar las. Dalam semenit saja dapat membuat pandangan mata menjadi gelap. Hal ini disebabkan banyaknya sel retina yang rusak."

Untuk mengurangi dampak buruk sinar ultra violet pada mata, Zulhafdy menganjurkan agar orang tua selalu memastikan jarak anak dari televisi minimal 3 kali panjang diagonal layar televisi. "Pastikan pula bahwa tampilan gambar di layar senantiasa tajam dan pancaran cahaya dari layar harus lembut."

Diajurkan pula untuk mengistirahatkan mata sedikitnya 5 menit pada setiap 30 menit menonton televisi atau main play station. Masa istirahat itu dimanfaatkan untuk melihat yang jauh, seperti melihat ke luar jendela atau ke luar rumah.

Tujuannya untuk recovery bagi sel-sel retina mata yang rusak akibat terpapar sinar ultra violet, alias mengembalikan mata ke kondisi seimbang. "Setelah lima menit biasanya kondisi mata sudah segar kembali karena sel-sel retina yang rusak sudah diganti dengan sel-sel baru," tandas Zulhafdy.

Memberi kesempatan istirahat pada mata juga memberi manfaat lain. Dikatakan Zulhafdy, Mereka yang bekerja di depan layar komputer selama 8 jam dengan diselingi istirahat selama 10 menit setiap jam terbukti lebih akurat dari mereka yang bekerja 4 jam secara terus-menerus. "Saya sudah sering membuktikannya," ujarnya.

Menyoal masa recovery seyogianya dengan melihat yang hijau, kata Zulhafdy, tidak ada yang mengharuskan warna hijau. "Memang warna hijau terasa lembut di mata, namun yang terpenting selama recovery adalah memberi kesempatan mata memandang sejauh mungkin untuk mengembalikan kondisi mata menjadi segar kembali."

TIDAK RILEKS
Berbeda dengan kebiasaan membaca buku. Kata Zuhafdy, karena tidak ada paparan sinar ultra violet, sehingga tidak perlu melarang anak membaca buku selama mungkin. "Hanya saja, posisi tubuh saat membaca buku seyogianya duduk dalam posisi rileks dan di bawah cahaya penerangan yang cukup pula, tidak terlalu silau apalagi terlalu gelap," katanya. Untuk tujuan agar mata tetap rileks saat membaca, dianjurkan agar jarak mata dengan bacaan sekitar 30 cm. "Jarak tersebut merupakan rata-rata, dimana posisi mata saat membaca dalam kondisi rileks."

Dengan alasan posisi mata rileks pula, sehingga Zulhafdy tidak menganjurkan membaca sambil tiduran. "Posisi tidur membuat otot bola mata akan menarik bola mata ke arah bawah supaya mata bisa melihat ke arah bawah. Ini berarti otot bola mata tidak rileks lagi. Demikian sebaliknya, kalau mata melihat ke atas," ujar Zulhafdy sambil mencontohkan.

"Bagi mereka yang mata normal, posisi membaca sambil tidur mungkin tidak berpengaruh pada mata. Paling-paling membuat kepala terasa nyeri, sehingga tidak tahan lama membaca. Bandingkan, seandainya membaca dengan posisi duduk. Bisa tahan berjam-jam," kata Zulhafdy. Sebaliknya, bagi mereka dengan mata minus maupun mata plus, posisi membaca sambil tiduran akan mempercepat kerusakan mata, semisal, pertambahan minus relatif lebih cepat. "Oleh sebab itu, jangan biasakan membaca sambil tiduran," kata Zulhafdy sekali lagi.

SENAM MATA KURANGI KETEGANGAN
Tanpa kita sadari, kadang kita "menyiksa" mata kita sendiri. Misalnya, kita sudah delapan jam memelototi angka-angka atau huruf di layar komputer. Atau memakai lensa mata delapan jam perhari. "Penyiksaan" lain yang sering tidak kita sadari adalah membaca sambil tiduran di bawah lampu yang tidak cukup terang. Melihat kebiasaan buruk itu, tak heran semakin banyak orang bermasalah dengan mata.

KLIK - Detail Kebiasaan-kebiasaan buruk di atas membuat otot-otot di sekeliling mata menjadi kaku dan menekan bola mata, mengubah bentuknya serta menghambat sirkulasi. Akibatnya, mata menderita rabun jauh atau dekat. Ketegangan otot di kelopak mata juga dapat mengakibatkan pergeseran bola mata. Lebih gawat lagi, bisa berakibat katarak.
Salah satu cara mereduksi ketegangan otot mata adalah melakukan latihan sebagai berikut:

1. Pijat daerah bawah kedua mata menggunakan jari tengah.

2. Tekan sedikit dan rasakan otot-otot mata yang kaku.

3. Latihan ini bisa memberikan energi baru bagi mata. Tetapi ingat, jika baru pertama kali mencoba, jangan terlalu berlebihan melakukan latihan ini, karena dapat menyebabkan nyeri kepala.

4. Kemudian, beralih pada tulang atas mata. Berikan pijatan beberapa kali. Anda bisa menggunakan ibu jari untuk bagian ini.

5. Pijat bagian urat-urat yang kaku di bagian atas mata dekat hidung, lalu arahkan ke sudut mata dan pijat perlahan. Lakukan latihan ini pada kedua mata. Lalu pindah ke otot-otot di bagian atas alis.

Memijat bagian yang kaku di sekeliling mata diyakini dapat membantu memperbaiki kondisi bola mata yang telalu menonjol. Juga mata yang sakit, sensitif terhadap cahaya, atau mata yang terlalu sipit.

Gunakan Telapak Tangan.
Cara lain untuk meredakan kelelahan mata adalah dengan menggunakan telapak tangan. Caranya, letakan telapak tangan di masing-masing mata, lalu silangkan jari-jari kedua tangan satu sama lain. Setelah kedua mata tertutup oleh telapak tangan dan tak ada cahaya yang masuk melalui sela-sela jari, biarkan mata terbuka. Tahan posisi itu beberapa saat dan pastikan, Anda benar-benar melihat kegelapan. Lakukan ini beberapa kali sehari.

KLIK - DetailGerakan Mata
Melatih gerakan mata bisa dilakukan dengan tiga cara:

1. Menggerakkan Mata.
Cari posisi duduk menghadap tepat ke dinding. Dari tempat duduk Anda, pandang suatu titik sebagai pusat pandang yang menjadi titik awal. Lalu perlahan-lahan arahkan bola mata ke kiri sejauh mungkin tanpa harus menggerakkan kepala. Lalu arahkan lagi ke posisi titik awal. Ulangi gerakan tadi ke arah kanan dan kembalikan ke posisi semula.

Kemudian, arahkan bola mata ke atas perlahan-lahan dan kembalikan ke titik awal. Lakukan hal serupa ke arah bawah. Yang harus diperhatikan adalah pastikan kepala selalu tegak dan Anda selalu mengarahkan mata kembali ke titik awal sebelum melakukan gerakan yang lain. Jika belum terbiasa, jangan melakukan tergesa-gesa karena bisa mengakibatkan sakit kepala. Bagi pemula, lakukan gerakan ini sekali dalam sehari. Jika sudah terbiasa, lakukan latihan sekitar 10 kali perhari.

2. Memutar Bola Mata
Latihan berikutnya, memutar bola mata. Seperti latihan tadi, mula-mula arahkan bola mata ke kiri, sejauh yang Anda mampu. Lalu putar ke kanan, ke atas, ke bawah, dan kembali ke posisi kiri. Lakukan latihan ini, awalnya sekali dalam sehari secara perlahan.

3. Latihan Objek Mata
Anda juga bisa berlatih dengan melihat objek yang sangat jauh, lalu alihkan pandangan ke objek yang sangat dekat dengan mata. Untuk objek yang dekat pilih objek berwarna hijau, tetapi tidak terlalu terang. Pasalnya, warna hijau bisa menyejukkan mata yang kelelahan. Sebelum istirahat di malam hari, cobalah buka mata lebar-lebar dan basuh ke dalam air yang mengalir. Lakukan 12 kali, gunanya untuk membersihkan mata setelah seharian beraktivitas.

Ginjal Mempengaruhi Mata
Ahli refleksi percaya bahwa penyakit ginjal dapat mempengaruhi keadaan mata. Jika ingin mata Anda jernih dan terang, ada baiknya menstimulasi ginjal dengan cara memijat titik-titik di telapak tangan atau di telapak kaki yang berkaitan dengan ginjal.

Anda juga bisa memijit daerah di antara dua jari kaki. Ini berfungsi untuk memelihara kesehatan mata. Alhasil, tanpa mengeluarkan biaya pun, Anda pun bisa melakukan perawatan mata.

Sumber : www.husada.co.id
»»  READMORE...

Cara Mengobati Mata Minus Layak Anda Coba

Apakah anda menderita rabun jauh?? Dan sudah sejak dulu hidup anda tergantung pada kaca mata???

Pernahkah anda berpikir untuk memiliki mata normal seperti sedia kala? Dan terbebas dari suatu benda bernama kacamata?

Sangat banyak orang yang berpendapat bahwa memiliki mata minus memang menyusahkan. Anda tak bisa lepas dari kacamata. Apalagi bagi penderita penyakit miopi (rabun jauh) dengan kadar minus yang tinggi. Saat belajar di kelaspun, anda tidak akan bisa membaca tulisan di papan tulis apabila kacamata anda tertinggal di rumah. Sangat menyiksa bukan?
Mengobati mata minus, Obat Mata Minus, Mata Minus,

Apakah anda ingin terlepas dari ketergantungan menggunakan kacamata dan memiliki mata yang normal kembali? Hal itu sangat mungkin dilakukan. Karena ada suatu tanaman yang berasal dari daratan papua, yang dapat menyembuhkan mata minus. Tanaman ini bernama Barringtonia asiatica Kurz. Atau lebih dikenal dengan keben. Keben merupakan pohon berkayu lunak, dan berdiameter sekitar 50 cm dengan ketinggian 4 hingga 16 meter. Sistem perakarannya banyak dan sebagian tergenang di air laut ketika pasang dan memiliki banyak percabangan yang terletak di bagian bawah batang mendekati tanah. Bentuk daunnya besar, mengkilap dan berdaging. Daun mudanya berwarna merah muda dan akan berubah menjadi kekuningan setelah tua.

Di papua buah keben disebut rabon pi.Bagian luarnya terdiri dari kulit berserabut. Sedangkan didalamnya terdapat tempurung, di dalam tempurung terdapat sebutir biji yang keras, berlendir dan berwarna putih. Besar buah keben seukuran genggaman tangan orang dewasa, berwarna hijau ketika muda dan akan menjadi kecokelatan setelah tua dan kering. Sedangkan ukuran bunganya sekitar 16 cm, berwarna putih dengan benang sari berwarna merah muda.

Siapakah yang pertama memnggunakan biji dan buah keben sebagai tetes mata untuk mengobati penyakit mata???

Dialah Heinrich. Pada akhir tahun 2002, ia menemukan manfaat buah dan biji keben ini untuk mengobati berbagai macam penyakit pada mata. Mulai dari rabun jauh, rabun dekat, silindris, hingga katarak. Pertama kali, ia menguji coba tetes mata ini pada matanya sendiri. Kebetulan ia menderita hipermetropi plus 4. Setelah ditetesi sebanyak 20 kali, masing-masing 2 tetes, setiap 2 hari sekali, ia merasa ada perbaikan. Dan saat ia memeriksakan matanya, ternyata hipermetropia nya menjadi plus 2. Obat tetes mata ini tidak mengandung efek samping, hanya setelah penetesan, mata anda akan terasa perih 15-30menit.

Senyawa apa saja yang terkandung dalam buah keben???
Greshoff, seorang peneliti dari Belanda menemukan zat-zat seperti saponin beracun di dalam biji. Selain saponin, buah dan biji keben juga mengandung asam galat; asam hidrosianat yang terdiri dari monosakarida; serta triterpenoid yang terdiri dari asam bartogenat, asam 19-epibartogenat, dan asam anhidro-bartogenat.

Senyawa aktif dalam biji buah ini, yang diduga kuat memiliki efek penyembuhan dalam pengobatan mata adalah dari golongan saponin. Beberapa jenis saponin telah berhasil diidentifikasi. Saponin yang berasal dari buah keben merupakan saponin jenis baru. Dengan kandungan senyawa tersebut buah keben telah dilaporkan memiliki banyak aktivitas farmakologis seperti anti bakteri, anti jamur, analgesik, dan anti tumor.

Terapi mata minus (miopi)
Pengalaman empiris membuktikan bahwa obat tetes mata keben dapat menghilangkan kelainan mata minus dan silindris secara permanen 100% pada anak-anak yang belum memasuki masa puber. Untuk orang dewasa, obat tetes ini dapat menurunkan mata minus dan silindris hingga 75%. Mekanisme kerja ekstrak biji keben dalam mengoreksi mata minus dan silindris masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Dugaan sementara adalah bahwa ekstrak biji keben dapat menyegarkan saraf-saraf optik mata yang sudah lemah, sehingga mata yang minus dan silindris dapat menjadi normal kembali.

Selama proses pengobatan, penurunan minus akan terjadi secara progresif. Karena itu, kacamata yang sudah tidak cocok karena minusnya atau silindrisnya berkurang sebaiknya tidak dipaksakan untuk dipakai terus. Penggantian kacamata dapat dilakukan bila sudah tidak ada penurunan angka minus. Untuk memonitor penurunannya, penderita disarankan untuk memeriksakan matanya ke dokter secara berkala sebulan sekali.

Waktu yang diperlukan untuk menyembuhkan miopi tergantung pada beberapa faktor, terutama besarnya minus, usia penderita, dan ada atau tidaknya penyakit diabetes. Dari pengalaman empiris yang sudah ada, melalui pengawasan dokter, setelah dilakukan 10—12 penetesan, minusnya berkurang 0,5. Selanjutnya secara progresif, minus akan menurun hingga mencapai angka minus tertentu atau sembuh total. Penetesan dilakukan setiap 2 hari sekali, masing-masing mata 2 tetes. Sebagai contoh, bila seseorang menderita minus 2, setelah 20—24 hari minusnya akan menurun sebesar 0,5 sehingga menjadi 1,5 dan akan sembuh total setelah 40—48 penetesan atau diperlukan waktu sekitar 3 bulan.

Jadi, untuk yang ingin terbebas dari kacamata, silahkan mencoba^^
»»  READMORE...